On


Operator telekomunikasi Seluler mempertahankan harga rendah untuk rangkaian paket data. Di dalamnya ,diisi aneka penawaran promo layanan fitur dengan nilai tak kalah murah atau gimmicks.

Dalam laporan riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, ”Telecommunication: Rat Race Continues”, yang dirilis pada Jumat (26/1) disebutkan, upaya operator mempertahankan harga rendah ini berlangsung sejak Desember 2017. Upaya ini bertujuan menjaga basis jumlah pelanggan. Salah satu "penyebabnya adalah waktu registrasi ulang kartu prabayar jasa telekomunikasi yang sudah mendekati batas akhir 28 Februari 2018.

Telkomsel misalnya menurunkan harga kartu perdana di daerah tertentu, di dalam atau di luar Jawa. Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia menemukan, terdapat, diskon data internet hingga sekitar 71 persen untuk pembelian paket Flash Month.

Adapun Indosat Ooredoo menawarkan program Yellow dan Unlimited; Program Yellow terdiri dari tiga pilihan, yaitu 1 gigabita (GB) Rp 1.000 dengan masa aktif satu hari, 1 GB Rp 2,500 dengan masa aktif tiga hari, dan 1 GB Rp 7.000 dengan masa aktif 10 hari. Ketiganya dapat dipakai 24 jam di. semua jaringan. Sementara Unlimited berisi kuota data utama dan kuota data terbatas untuk akses aplikasi.

Pada pertengahan Januari 2018, XL Axiata memperkenalkan Xtra Quota, program paket data tambahan bagi pelanggan data internet. Untuk mengaktifkan Xtra Quota, pelanggan terlebih dulu mengaktifkan paket data. Xtra Quota menawarkan paket data tambahan sebesar 30 GB dengan nilai Rp 10.000.

Sesuai data Kementerian Komunikasi dan Informatika per 26 Januari 2018, sebanyak 168.343.6238 kartu prabayar jasa telekomunikasi sudah teregistrasi. Jumlah kartu prabayar yang aktif diperkirakan mencapai 360 juta (Kompas, 7/ 6/ 2017).

Ketua Program Studi Sarjana Teknik Telekomunikasi di Institut Teknologi Bandung Ian Joseph Matheus Edward yang dihubungi pada Minggu (28/1) di Jakarta berpendapat, harga paket data secara total tetap stabil dan bukan murah. Tawaran paket data murah ini menjadi bentuk promosi bagi pelanggan baru. ”Harga murah, itu sebenarnya disubsidi. Bagian dari biaya pemasaran,” ujar Ian.

Kualitas layanan menurut Ian, formula penghitungan harga paket data seharusnya memperhatikan kualitas layanan dan beban biaya lainnya yang harus ditanggung operator.

Formula penghitungan tidak perlu diatur negara. Hanya saja, Ian berpandangan, waktu pemasarannya penting dibatasi.

Direktur Eksekutif Indonesia Information Communication Technology Institute, Heru Sutadi mengatakan, saat ini tengah berkembang aktivitas interkoneksi berbasis protokol internet. Pelanggan antar operator menyukai menelepon melalui aplikasi.

Pelanggan umumnya menilai cara ini lebih murah.

”Persentase lalu lintas konsumsi layanan suara kini menurun. Namun, biaya interkoneksi layanan suara hingga sekarang belum selesai dihitung ulang. Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah,” katanya'

Group Head Corporate. Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengemukakan, perilaku pelanggan sudah bergeser menuju konsumer data. Sebagai gambaran, sekitar 35 persen paket data dipakai untuk mengakses Video streaming, 25 persen bermedia sosial, 20 persen untuk mesin pencari, 6 persen komunikasi melalui aplikasi. Sisanya untuk menelepon berbasis protokol internet, bermain game, dan akses surat elektronik (KOMPAS)